05 Mei 2017

Padang (Fisika-Unand)-Ketua Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas (UNAND), Dr. techn. Marzuki mendapat kehormatan untuk menjadi delegasi Indonesia pada penyusunan outline (scoping meeting) laporan kajian ke-enam (Sixth Assessment Report-AR6) dari Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC). Kegiatan bergengsi di bidang perubahan iklim ini dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 1-5 Mei 2017 di Kantor Pusat United Nations Economic Commission for Africa (UNECA) di Addis Ababa, Etopia.

17 April 2017

(Padang-Fisika Unand)-Mahasiswa Fisika kembali membuktikan dirinya adalah yang terbaik di lingkungan Fakultas MIPA. Setelah sebelumnya menjuarai mahasiswa berprestasi tingkat fakultas, mahasiswa Fisika kembali mendominasi kejuaran olahraga tingkat Fakultas MIPA yang dilaksanakan oleh Kelompok Kegiatan Olahraga (KKO) FMIPA UNAND. Kejuaraan yang dinamai Pekan Olahraga MIPA (POMPA) III menjadi ajang unjuk gigi mahasiswa Fisika. Dari tiga cabang olahraga yang telah memasuki babak final, tim HIMAFI tidak mampu dibendung oleh lawan-lawannya.

12 April 2017

(Padang-Fisika Unand)-Ketua Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Andalas (UNAND), Dr. techn. Marzuki, mendapat kehormatan untuk menjadi pembicara pada acara yang digelar di STKIP PGRI Sumatera Barat. Kali ini, Kajur Fisika ini diundang menjadi pembicara pada kuliah umum yang dilaksanakan oleh Prodi Pendidikan Fisika STKIP PGRI. Permohonan disampaikan pihak SKTIP melalui surat No: 042/PFIS/STKIP-PGRI/2017 yang ditandatangani oleh Kaprodi, Ibu Dra. Hj. Husna, M.Si.

Kuliah umum dilaksanakan pada tanggal 12 April 2017 dari pukul 08:00 Wib s/d 11:00 Wib di Aula STKIP PGRI. Dr. Zusmelia, M.Si. Wakil Ketua Bidang Akademik STKIP PGRI dalam kata sambutannya menyambut baik kegiatan ini. Kuliah umum merupakan salah satu program rutin di STKIP PGRI dalam rangka meningkatkan kemampuan mahasiswa. Mahasiswa harus mendapatkan ilmu pengetahun dari berbagai sumber, tidak hanya dari dosen mereka, demikian imbuh  Dr. Zusmelia, M.Si yang juga merupakan alumni UNAND. Fakultas MIPA UNAND telah menjalin Kerjasama dengan STKIP PGRI Sumbar, dalam bentuk sebuah MoU yang ditandatangai tanggal 01 Februari 2016. Dengan sumber daya yang lebih baik, Dr. Zusmelia, M.Si mengharapkan agar MoU yang ada dapat terimplementasi secara lebih luas, salah satunya dalam bentuk kuliah tamu.

 

Kuliah tamu yang berlangsung sekitar tiga jam, mengangkat tema "Atmosfir Kita, antara Peluang dan Tantangan". Ada dua hal utama yang dijelaskan oleh Dr. techn. Marzuki: Pertama, keunikan dari atmosfir Indonesia yang tidak dimiliki oleh atmosfer dari negara lain di dunia. Dalam hal ini beliau memaparkan tentang lokasi Indonesia, karakteristik pulau dan faktor-faktor global yang mempengaruhi Indonesia. Kedua, alasan kenapa atmosfir (cuaca) kita tidak terprediksi dengan baik. Beliau mengurai setidaknya ada dua penyebab utama. Masalah utama adalah bahwa atmosfir kita sangat unik sehingga tidak bisa dimodelkan (diprediksi) dengan model standar yang ada. Hujan yang terjadi di Indonesia terjadi dalam skala yang jauh lebih kecil dari yang mampu diprediksi oleh model yang ada. Hujan-hujan lokal dalam radius kurang dari 10 km sering terjadi. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi model yang ada sehingga mampu memodelkan keunikan atmosfir kita. Masalah kedua adalah data pengamatan di Indonesia yang masih minim dibandingkan dengan negara-negara maju. Sebuah model yang baik jika tidak didukung oleh input data yang baik juga tidak menghasilkan prediksi yang akurat. Apa lagi atmosfir yang bersifat "chaos", sedikit saja error yang terjadi akan  menimbulkan error prediksi yang besar. Selain pengamatan permukaan, radar cuaca yang ada di Indonesia sudah saaatnya harus dilengkapi dan di tingkatkan teknologinya. Radar dengan teknologi polarisasi tunggal saatnya diganti dengan dual polarisasi yang jauh lebih akurat. Selain itu, negara-negara maju sudah mulai mengembangkan Multi-Function Phased Array Radar (MPAR). MPAR akan mampu mendeteksi semua target baik hujan, pesawat dan lain sebaigainya sehingga jumlah radar yang ada di dunia dapat diminalisir jumlahnya.

Atmosfir kita yang unik, tidak bisa diamati dan dimodelkan dengan cara standar. Kita harus bisa menjadikan hal ini peluang bagi kita, mengembangkan sistem pengamatan dan pemodelan yang dapat mengati atmosfir kita dengan lebih akurat. Dengan demikian, kita dapat meminimalisir dampak bencana atmosfir yang akan terjadi. (Mz).

26 Maret 2017

Padang (Fisika Unand)-Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas MIPA telah selesai dilaksanakan, dan Mahasiswa Jurusan Fisika kembali menjadi yang terbaik. Wenni Yulistia dengan nomor BP 1410441044 menjadi terbaik setelah menyisihkan lawan-lawannya dari tiga jurusan lain di lingkungan FMIPA UNAND. Prestasi ini menjadikan Jurusan Fisika telah dua tahun berturut-turut menjadi yang terbaik di FMIPA. Pada tahun 2016, Fadli Nauval, mahasiswa Fisika angkatan 2013 juga menjadi yang terbaik di FMIPA.

23 Maret 2017

Padang (Fisika Unand) - Sebanyak 7 orang mahasiswa Prodi S1 Fisika Universitas Andalas (UNAND) mengikuti Lomba Olimpiade Nasional Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA) Tingkat Wilayah (Tahap II) yang dilaksanakan pada 21-24 Maret 2017 di Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Mereka adalah M. Siddiq Ilyas Lubis (Fis 2014), Fitria Khairunnisa (Fis 2013), Melanz Hasan (Fis 2014), Ilham Perdana AT (Fis 2015), Oqelly Wahyudi (Fis 2013), Wanda Feri Rizki (Fis 2014), Ahmad Ripa'i (Fis 2015). Fisikawan muda ini merupakan bagian dari Tim UNAND yang terdiri dari 28 orang mahasiswa.

Info Penting

Visitasi Akreditasi Prodi S2 Fisika, 23 s/d 25 Juli 2017 Asesor: Cuk Imawan,Dr (UI) dan Johan Andoyo Effendi Noor,Ph.D (UB)
Toggle Bar